jump to navigation

Simbok March 15, 2012

Posted by siho in celoteh....
Tags:
trackback

Cukup singkat namanya, Maryam. Aku tidak tahu arti dari nama itu, mungkin demikian pula dengan dirinya. Aku tak tahu apakah setiap wanita yang memiliki nama Maryam akan seperti seorang perawan suci dalam cerita ayat-ayat suci. Yang aku tahu pasti dalam jenisku, kaum lelaki, banyak yang meniru nama orang suci tetapi lebih memilih melakukan perbuatan aniaya.

Sore ini, masih seperti senja yang kemarin, kau duduk di bangku bambu di beranda rumahmu. Rumah yang cukup luas untuk kau tinggali sendiri. Tatap matamu kosong memandang. Kau pandangi puluhan anak ayam yang berkejaran berebut makanan yang telah kau berikan tadi. Ayam-ayam yang sebentar lagi akan kau kandangkan kembali tepat disaat sosok yang kau tunggu telah pulang ke rumahmu sebelum adzan maghrib.

Sore lusa, senja yang membuatmu gelisah. Adzan maghrib terdengar kencang dari surau di belakang rumahmu. Semua ayam telah ada di kandang. Kau bergegas menuju surau melakukan peribadatan seperti yang rutin kau lakukan. Tapi tidak seperti biasanya, dengan tergesa kau segera pulang selesai sholat. Dari raut wajahmu tampak kegundahan ketika belum kau dapati sosok yang kau tunggu belum pulang. Hingga adzan isya masih menanti di bangku itu. Menjelang malam tak bisa kautemui apa yang kau tunggu. Aku tahu, tak ada tidur nyenyak untukmu malam ini.

Pagi ini, masih seperti pagi yang lalu, tapi aku tahu pagi ini tidak seperti pagi esok hari.

“Nung!, tangi gek shalat gek sarapan. Mengko aku diterke neng Prambanan yo.”

Suaramu merampungkan semua cerita bunga tidurku. Suara lembut dengan nada yang akan selalu kurindukan. Sementara sarapan telah tersaji bahkan saat adzan subuh baru terdengar.

“Wis tak gaweke sego goreng, wis takgorengke tempe bumbu bawang senenganmu. Mengko taktukune godhangan neng lor ndeso.Iki sangumu ”

Sehabis sholat subuh telah kau persiapkan ikatan (buntelan) kain besar. Buntelan yang dibuat dari kain lebar yang digelar, di tengah-tengah gelaran kain diisi dengan tumpukan kain-kain kecil yang lain yang biasa disebut jarik dan berbagai macam pakaian. Setelah dirasa cukup jarik dan pakaian yang disusun, keempat ujung kain besar itu kau satukan. Dua ujung yang berhubungan secara menyilang diikat erat-erat. Disusul dua ujung yang tersisa. Hari ini dalam hitungan hari pasaran Jawa adalah hari Legi, buntelan akan kau jual ke Pasar Prambanan. Pasar Prambanan memang akan ramai dalam tiap sepasar sekali (5 hari sekali), pada hari Legi.

Pagi ini, pagi yang akan slalu kurindukan. Berbalut jaket tebal pengusir hawa dingin, kupacu motorku menuju Pasar Prambanan, aku bonceng kau.

“ Nung,mengko bali wayah opo? ”

“ koyo wingi maneh. ”

Begitulah aku tak pernah bisa bicara dengan bahasa halus selayaknya norma kesopanan Jawa. Denganmu pun, aku berbicara seperti pada tema sendiri.

Pagi esok, aku tak kuasa membayangkan. Aku akan menempati sebuah kamar kost, kamar yang jauh dari rumahmu. Aku tahu kau akan sendiri. Aku tahu kau takbisa lagi menikmati waktu senja saat menungguku. Aku tahu tak ada lagi sarapan tersaji padaku. Aku tahu kau mungkin tak bergairah lagi berjalan kaki menggendong buntelan kain itu, menjajakan daganganmu. Aku tahu kau tersiksa karena hanya dapat memberiku doa dan restu.

Tapi aku yakin pagi ini akan terulang kembali. . . .

panggilan kepada anak lelaki, sama seperti thole, ngger

“Bangun ayo shalat terus sarapan. Nanti aku diantar ke Prambanan ya”

“Sudah aku buatkan nasi goreng, sudah aku gorengkan tempe bumbu bawang kesukaanmu. Nanti aku belikan lalapan di utara desa. Ini uang sakumu”

“Nanti pulang jam berapa.”

“Seperti kemarin lagi”

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: